Tips Simple Merawat Motor Injeksi Agar Selalu OK

Tips Simple Merawat Motor Injeksi Agar Selalu OK-Sobat uhabangetblog, sekarang adalah era motor injeksi. Banyak pabrikan motor di Indonesia telah beralih dari yang sebelumnya menggunakan sistem karburator ke sistem injeksi. Coba sobat perhatikan, motor-motor baru rata-rata sudah injeksi. Hanya ada beberapa saja yang masih menggunakan sistem karburator.Peralihan sistem ini didasari oleh banyak faktor. Salah satunya adalah standart Euro3 yang dipatok oleh pemerintah. Euro3 (European Emission Standard 3) adalah standart emisi hidrokarbon dan karbon monoksida kendaraan baru yang diterima di negara-negara Uni Eropa. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa Euro3 mengharuskan gas buang kendaraan bermotor harus lebih bersih dan ramah lingkungan sesuai standart yang berlaku di Eropa. Untuk memenuhi standart ini, pabrikan motor kemudian beralih ke sistem injeksi. Awalnya, sebagian masyarakat masih awam dengan sistem injeksi. Bahkan sempat ada kekhawatiran kalau perawatan motor injeksi lebih ribet dan mahal dibandingkan dengan motor dengan sistem pengabut bahan bakar karburator. Pandangan ini diperarah dengan pandangan sebagian masyarakat yang menganggap motor injeksi tidak bisa diservis di bengkel biasa. Motor injeksi wajib diservis di bengkel resmi. Belum lagi anggapan yang beredar kalau perawatan motor injeksi mahal dan lebih rewel dibanding motor karburator. Benarkah demikian? Merawat motor injeksi tidaklah seribet atau semahal yang sebagian masyarakat bayangkan. Pada prinsipnya asal kita merawat dengan baik dan benar, dijamin motor bakalan selalu prima dan tidak rewel.
Kali ini, penulis akan berbagi tips sederhana bagaimana merawat motor injeksi. Tips sederhana ini berdasarkan pengalaman penulis dan sharing dari mekanik langganan tempat servis motor.

Tips merawat motor injeksi

tips merawat motor injeksi
1. Melakukan Servis teratur
Secara umum, kendaraan apapun jenisnya membutuhkan perawatan berkala demi menjaga agar kondisi motor tetap dalam kondisi prima. Ketika melakukan servis rutin, kita akan mendapatkan informasi yang akurat mengenai kondisi motor. Untuk motor injeksi, servis rutin utamanya untuk memantau kondisi ECU dan beberapa komponen lain. ECU atau Electronic Control Unit merupakan komponen utama dalam motor injeksi. Bisa dikatakan ini adalah otak sistem injeksi. Jika ECU bermasalah, kinerja motor bisa terganggu. Parahnya, motor bisa mogok alias tidak bisa jalan. Bagi kita masyarakat awam, tentu akan mengalami kesulitan kalau harus memeriksa ECU secara manual. Akan tetapi, tenang saja. ECU akan selalu dalam kondisi prima kalau kita rajin melakukan servis rutin. Karena mekanik akan mendeteksi apakah ada atau tidak gangguan di ECU. Yang penting adalah jangan malas untuk melakukan servis rutin. Servis rutin dapat kita lakukan minimal tiga bulan sekali tergantung penggunaan motor. Akan tetapi kalau motor melakukan tugas berat dengan menempuh jarak yang relatif jauh, tentu kita tidak bisa berpatokan pada 3 bulan. Bisa dua bulan sekali. Kinerja ECU bisa terganggu juga kalau kita menambah aksesoris berlebih pada kendaraan terutama lampu dan klakson. Hal ini menyebabkan kinerja ECU jadi lebih berat. Selain ECU, hal yang wajib diperhatikan ketika melakukan servis adalah kondisi aki. Aki berperan penting dalam menghidupkan mesin. Jangan biarkan aki sampai tekor. Untuk motor injeksi yang masih menggunakan tipe aki basah, perhatikan ketinggian air aki. Kalau kurang wajib ditambah sesuai dengan takaran. Sementara untuk aki kering relatif bebas perawatan. Busi juga penting untuk diperhatikan agar dapat bekerja maksimal. Jika sampai rusak, pembakaran menjadi tidak sempurna dan mengakibatkan mesin tidak bertenaga bahkan sampai mati. Sebagai patokan, sebaiknya melakukan penggantian busi setiap 20.000 km.
2. Menggunakan BBM nonsubsidi
Berbeda dengan motor karburator yang aman mengkonsumsi BBM bersubsidi, tidak demikian dengan motor injeksi. Motor injeksi memerlukan bahan bakar dengan nilai RON di angka 90 ke atas.Kenapa? Karena kalau kita menggunakan bahan bakar subsidi, akan meninggalkan kerak atau sisa pembakaran yang tidak sempurna di sistem injeksi. Kerak ini dapat menyumbat lubang injektor. Injektor berfungsi menyemprotkan kabut BBM ke mesin. Untuk takaran dan timingnya diatur oleh ECU. Kalau sudah begini, komponen lain juga akan terpengaruh. Oleh karena itu sangat disarankan untuk menggunakan bahan bakar beroktan tinggi yang menghasilkan pembakaran sempurna. Kita bisa menggunakan bahan bakar Pertamax atau pertamax plus. Harga lebih mahal sekitar Rp 2.000 an dibanding dengan bahan bakar bersubsidi. Tapi, harga yang kita bayarkan sebanding dengan kualitas yang kita terima. Kalau penulis sendiri menggunakan pertamax. Berdasarkan pengalaman menggunakan pertamax, konsumsi bahan bakar lebih irit dibanding dengan bbm bersubsidi. Selain itu tarikan motor jadi lebih enteng dibandingkan dengan BBM nonsubsidi.
3. Teratur ganti oli
Oli berperan penting dalam menjaga performa mesin. Jangan biarkan mesin sampai menjadi kering karena kita abai melakukan penggantian oli. Motor injeksi wajib ganti oli sesuai aturan yang ada. Setidaknya tiap 3.000 km. Atau sesuai dengan kebutuhan berkendara.
4. Jangan menunggu kehabisan bahan bakar
Selalu perhatikan kondisi tangki bahan bakar di indikator. Jangan menunggu indikator BBM menyentuh E atau hampir habis. Menurut pengalaman penulis, kalau kita membiarkan tangki hampir habis yang ada nantinya akan lupa untuk isi bensin. Kalau untuk motor karburator ini tidak akan menjadi parah. Namun tidak demikian bila itu terjadi pada motor injeksi. Kotoran alias kerak yang ada pada tangki bisa terserap dan menganggu kinerja mesin. Yang parah, fuel pump bisa terbakar. Untuk mencegah hal ini terjadi, disarankan untuk mengisi BBM di tangki tersisa seperempat.
Sobat uhabangetblog, uraian di atas sangat sederhana dan umum dijalankan. Banyak dari antara kita yang sudah secara rutin menjalankan. Dengan demikian, merawat motor injeksi itu sebenarnya sangat mudah. Sama seperti kita merawat motor pada umumnya. Bedanya dengan sistem karburator adalah sistem injeksi semuanya diatur dengan ECU. Oleh karena itu komponen ini menjadi sangat vital dalam motor injeksi. Disamping komponen lain seperti injektor. So, kalau kita sudah rutin melakukan servis motor, bisa dipastikan motor injeksi akan aman. Intinya adalah pada perawatan atau servis rutin teratur. Kalau pengalaman penulis lebih baik servis di bengkel resmi dan mempercayakan kepada mekanik langganan. Karena mekanik langganan bakal tahu riwayat perawatan motor kita. Untuk ganti oli bisa dilakukan dimana saja. Biar mudahnya, lebih baik sekalian servis rutin. Dan yang tak kalah penting jangan biasakan membawa motor injeksi dengan kondisi tangki yang hampir habis. So, selama ini penuis mempraktekkan beberapa tips yang ditulis diatas. Hasilnya adalah, motor selalu dalam kondisi prima dan jarang bermasalah.
Bagaimana sobat, sangat simple bukan. Yang diperlukan hanyalah perawatan teratur agar motor injeksi selalu dalam keadaan prima. Jangan sampai kita abai melakukan pemeriksaan rutin. Karena, kalau sampai kita malas servis, kondisi mesin tidak termaintenance dengan baik. Bisa-bisa terjadi kerusakan parah yang tentunya akan memakan biaya perawatan yang jauh lebih mahal.

Satu gagasan untuk “Tips Simple Merawat Motor Injeksi Agar Selalu OK

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *